Senin, 18 Juli 2011

BI berencana ubah istilah "gadai emas" di perbankan syariah

61162_ilustrasi_emas_300_225

 

JAKARTA. Bank Indonesia (BI) berencana mengubah istilah gadai emas di perbankan agar tidak rancu dan disamakan dengan prinsip gadai yang ada di Perum Pegadaian.
“Tapi hingga saat ini belum ada finalisasi penamaan tersebut,” tutur Kepala Biro Pengembangan Penelitan dan Pengaturan Perbankan Syariah Bank Indonesia Tirta Segara, Jumat (15/7).

 

Sepanjang semester I 2011, bisnis gadai emas di perbankan syariah tumbuh hingga 15%. Di bisnis ini, bank mendapatkan fee dari administrasi penitipan emas di safe deposit box bank.

 

Tirta mengungkapkan, kini banyak masyarakat yang tertarik untuk menjaminkan emas secara gadai agar mendapatkan dana tunai.

 

"Pembiayaan tunai di perbankan syariah itukan tidak bisa memungut bunga, oleh karena itu bank syariah memanfaatkan gadai emas untuk dapat untung," terangnya, Jumat (15/7).

 

Investasi emas dapat dijalankan dengan transaksi gadai emas. Lazimnya transaksi gadai tentu dapat dilakukannya di pegadaian. Namun pada tahun 2008, bank sentral mengeluarkan peraturan perbankan syariah diperbolehkan mengeluarkan produk gadai, seperti gadai emas.

 

sumber :

http://keuangan.kontan.co.id/v2/read/1310713963/72949/BI-berencana-ubah-istilah-gadai-emas-di-perbankan-syariah

Minggu, 10 Juli 2011

Emas Masih Dianggap Investasi Terbaik

200492_1668743243842_1395175690_31646350_3345553_s

 

Jakarta - Emas masih dianggap sebagai tempat investasi terbaik. Di tengah kondisi perekonomian yang masih diliputi ketidakpastian, emas masih mampu memberikan imbal hasil investasi hingga 13% dalam 3 tahun terakhir. Harga emas internasional diyakini bisa menembus level US$ 2.100 per ounce pada 2014.


Chief Investment Strategist, Standard Chartered Bank, Steve Brice mengatakan, emas masih menjadi favorit investasi di bank tersebut dan merupakan komoditas paling menarik untuk jangka panjang. Ia melihat outlook emas masih 'bullish'.


Salah satu alasan cerahnya outlook emas adalah berkaitan dengan lebih kuatnya pertumbuhan ekonomi di China dan India, sehingga meningkatkan pendapatan dalam beberapa tahun ke depan, yang pada akhirnya mendongkrak permintaan emas.


Selain itu, meningkatnya level utang dan kekhawatiran seputar pemulihan ekonomi yang berkesinambungan di negara-negara Barat telah mengurangi sensitivitas perbankan terhadap inflasi. Emas secara tipikal tetap baik pada lingkungan suku bunga riil negatif.


"Berdasarkan sejarah, emas tetap berkinerja baik selama periode imbal hasil riil AS negatif dan emas turun ketika lingkungan suku bunga riil positif. Kami perkirakan Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga pada kuartal III tahun depan," ujar Brice seperti dilansir dari The Star, Senin (11/7/2011).


Alasan lain untuk kenaikan harga emas adalah sikap Bank Sentral di Asia yang makin menyukai emas dan adanya peralihan dari Bank-Bank Sentral Dunia yang menjadi sumber nett suplai emas ke situasi dimana mereka meningkatkan cadangan emasnya.


"Selama saya bekerja, Bank Sentral selalu menjadi nett supply emas, namun yang kita lihat kemudian, mereka beralih menjadi nett buyers pada tahun lalu," ujarnya.
Terakhir, suplai emas kemungkinan akan tertahan dalam jangka pendek meskipun aktivitas investasi mulai meningkat.


Untuk semester II tahun 2011, Brice mengatakan pasar saham akan menghasilkan returun yang normal antara 18% hingga 30% pertahainan, sementara aset tradisional seperti tunai dan surat berharga akan menumbuhkan imbal hasil yang lebih sedikit.


Pada perdagangan Jumat (8/7/2011), harga emas di pasar spot sempat naik hingga ke level US$ 1.545,30 per ounce atau tertinggi dalam 2 pekan terakhir, sebelum akhirnya ditutup lada level US$ 1.543 per ounce. Harga emas mencetak kenaikan mingguan terbesar sejak November 2009.


Lonjakan harga emas pada pekan lalu dipicu oleh data tenaga kerja AS yang mengecewakan sehingga menimbulkan kekhawatiran baru seputar kesehatan ekonomi AS.

 


Sepanjang pekan lalu, harga emas mendapatkan dorongan ketika Bank Sentral China dan Bank Sentral Eropa masing-masing menaikkan suku bunga untuk meredam potensi lonjakan inflasi.
(qom/qom)

Sumber :

http://finance.detik.com/read/2011/07/11/082300/1678381/4/emas-masih-dianggap-investasi-terbaik?fsubbs4

 

Link Populer

1.Tips Mendapatkan Pasive Income dari Internet

2.Tips jadi Ahli Tanpa Ribet

3. Cara Cerdas Investasi Emas

4.Tips Cerdas Membangun  Bisnis Online

5.Alat alat uji Emas dan Berlian Online

6.Timbangan Saku cocok untuk jual beli emas

7.Diamond Selector II, alat uji Keaslian Berlian

8.Bisnis Sambilan Hasil Melimpah

9. Segala macam Tips ada disini

10. Timbangan Emas, Investasi buat bisnis

11. Alat alat uji Emas dan Berlian Online

Senin, 20 Juni 2011

DINAR EMAS, KADARNYA BERAPAKAH???

 

dinar

Dinar, sebuah uang emas bangsa Arab pada jaman dulu sebenarnya berapa kadarnya?

Berdsarkan Hadist Rasulullah, bahwa 1 dinar sama dengan 1 mitsqal atau sebesar 4,25 gram, namun tidak ada satu riwayatpun yang menyebutkan kadar Dinar emas.

Berdasarkan sejarah, kalau uang emas pada zaman dahulu mempunya kadar 900 s.d 916   antara lain :

 

No Jenis Asal Berat Kadar
1. 1 Souvreign Ingris 7,99 91,6
2. 1/2 Souvreign Ingris 3,99 91,6
3. 20 Dollar Amerika 33,45 90
4. 100 Piaster Turki Turki 7,2 91,6

Banyaknya koin-koin emas jaman dulu yang berkadar 91,6 maka Koin dinar ditetapkan dengan kadar 91,6 atau setingkat dengan 22 karat. Dinar yang beredar baik di Indonesia maupun di Malaysia  adalah dengan berat 4,25 gram dan kadar 91,6 atau setingkat 22 karat. ***

 

Sebenarnya Dinar apakah 24 karat atau 22 karat tidak perlu dipersoalkan, yang penting si penjual jujur menyebutkan kadarnya, karena dinar bukan lagi sebagai alat tukar layaknya uang tetapi kanya berfungsi sebagai simpanan atau tabungan.

 

Semoga bermanfaat

wiryo

Http://full-emas.blogspot.com